KENDAL FLOODS FESTIVAL 2014

Mungkin kalo kalian orang Kendal biasa aja denger kata 'banjir'. Gimana enggak, banjir dan masyarakat kendal itu kaya bantal sama guling yang gapisa dipisahin. Sedikit alay sih. Tapi emang. Event tahunan Kendal Floods Festival seakan jadi hal wajib yang gaboleh dilewatkan masyarakat Kendal. Acara tahunan ini mengalami perayaan terbesar sesuai dengan Siklus Lima Tahunan yang contohnya terjadi 1989, 1999, 2004, 2009 dan yang terakhir, 2014 ini. Event ini menarik minat masyarakat Kendal di semua kalangan dan tidak memandang Usia.

Kendal Floods Festival 2014 barlangsung 3-7 Februari 2014 dan puncaknya pada Selasa, 7 Februari 2014. Tapi, untuk acara pelengkap, masih berlangsung dari 8 Februari kemarin sampai sekarang, mungkin berakhir 28 Februari. Kendal Floods Festival tahun ini terlaksana di 10 kecamatan dan lebih dari 50 desa di Kabupaten Kendal. Yaitu Kendal Kota, Brangsong, Kaliwungu, Ngampel, Pegandon, Kangkung, Cepiring, Patebon, Weleri, dan Rowosari. Ini sangat amat lebih besar dari pada rentan tahun 2010-2013 lalu. Keren kan! Event ini dipusatkan di sekita Daerah Aliran Sungai (DAS) Besar di Kendal. Seperti Sungai Blorong (melalui Brangsong, Kendal, Ngampel), Sungai Bodri (melalui Pegandong dan Patebon), Sungai Kutho (melalui Weleri dan Rowosari), Sungai Waridin (melalui Brangsong dan Kaliwungu), Sungai Mati (melalui Weleri), dan Sungai Kendal yang membelah Kota Kendal alias berada di tengah kota pun turut menjadi menjadi venue event Kendal Floods Festival kali ini. Sebenernya banyak juga sih kali sedang yang berpartisipasi sebagai venue. Misal Kali Sebeo, Kali Bendo, Kali Sasak, dan Kali Aji yang sebenernya juga lumayan besar.

Sungai besar tadi membawa volume air yang sangat banyak dari Hulu. Bahkan beberapa melebihi daya tampung maksimum sungai. Akibatnya, terdapat tanggul jebol di beberapa titik. Misalnya, Tanggul Sungai Bodri di Bleder (dekat muara), Patebon. Lalu, juga luapan air Sungai akibat volume air yang terlalu banyak. Titik luapan misalnya, luapan Sungai Kendal di seluruh wilayah sekitar daerah aliran sungai, Sungai Blorong di desa Ketapang-Kota Kendal dan Sudipayung-Ngampel, Kali Waridin di Brangsong dan lainnya. Jebolnya tanggul dan lubernya sungai-sungai ini semakin menyemarakkan Kendal Floods Festival 2014.

Beruntungnya, saat puncak Kendal Floods Festival (4/2), kelas X sama XI rata-rata SMA di Kendal libur, soalnya ada Try Out kelas XII. Jadi, aman deh. Soalnya, gaada angkutan buat kesekolah karena banjir. Banyak yang pulang jalan kaki lohh:'( Dari info di dunia maya, Masyarakat berhamburan ke jalan raya bersama truk dan bis besar yang mogok. Beberapa dari mereka saling berfoto dan menguploadnya ke Twitter dan dimention ke @infokabkendal . Lalu, dari rumah aku terus memantau keadaan festival ini. Jam 22.00 tanggal 3 februari, aku bener-bener gabisa tidur soalnya kepikiran kalo Sungai Blorong (NB: jaraknya cuman 100m dari rumah. Rumahku sebelah timur Blorong) luber terus aku kebanjiran. Dimana malem itu hujan deres turun terus ga berhenti-berhenti. Soalnya, pas sorennya, Sungai Blorong permukaanya udah nyetuh jembatan jalan rayanya. Apalagi sekarang?! Gitu pikirku. Di Twitter orang-orang udah pada koar-koar rumahnya udah kebanjiran. Malem itu, aku tidur jam 3 dan bangun jam 4-_- Paginya aku lihat update dari saudara di kecamatan lain yang udah pada menikamati asyiknya festival ini:' Ini dia foto kemeriahan yang aku dapet di Twitter:

Keadaan sore tanggal 3/feb. Dimana Kali Blorong udah Siaga. -@infokabkendal (3/2)
Akibat luapan Blorong ke desa Ketapang. Sereeem!! -@infokabkendal (4/2)
Sungai Waluyo di sebelah persis SMPku dulu. Gabayangin. -@infokabkendal (4/2)
Keadaan Sungai Blorong di Kampir, Sudipayung Ngampel yang meriah. -@infokabkendal (4/2)
Kali Bodri Siaga mencep-mencep mau tumpah. -@infokabkendal (4/2)
Pantura Cangkring (Brangsong) Bergoyang Banjir! -@infokabkendal (4/2)
Bahkan Pantura Kendal ikut bergoyang banjir gara-gara Kendal Floods Festival ini. Terhitung 95% Jalur Pantura Utama Kendal tergenang Banjir selama puncak Kendal Floods Festival yaitu tanggal 4 Feb. Masyarakat beramai-ramai keliling jalan raya sekedar untuk lihat bagaimana Kendal Floods Festival berlangsung. Pas itu, gakerasa mantengin twitter sampe jam 10 siang (4/2). Dan pas kedepan rumah, baru sadar, Perumahan Cangkring juga berpartisipasi dalam Kendal Floods Festival. Banjir udah hampir nyentuh pager. Fiuuuhh~ Masih hampir nyentuh. Tapi begitu lihat blok sebelah, udah ngenes! Nyaris masuk ruang tamu!

Masih hampir nyentuh pager kok.
Bersyukur soalnya perumahan masih terhitung mendingan daripada didaerah lain tadi.
Banjir terlihat dari kamar. Jujur pas itu deg-deganya ganahan!
Jam 1an siang , hujan mulai menggerimis dan akhirnya reda. Berhubung godaan Kendal Floods Festival udah memanggil, aku coba keluar liat-liat meriahnya Kendal Floods Festival. Haha. Awalnya cuman keliling ke blok sebelah aja. Tapi hasrat untuk liat yang di kota ganahan. Ketinggian air di jalan raya mulai tambah rendah. Tapi, kejutan Kendal Floods Festival gasampe disitu. Kalo kita lewat pantura naik motor tanpa pilih-pilih, kalian bakalan ngerasain sensasi ber-Motor Cross gratis di sepanjang Pantura. Lubang jalan minimum 5cm-an.. Sensasi 'jeglongan'nya seru banget! Wakakak. Belum sape kota, yang ada udah prihatin dulu. Takut motor mogok, akhirnya puter balik ke arah kaliwungu. Pantura yang aman dari genangan tinggal 5% di tengah jalannya. Sawah udah kayak lautan. Tapi, riuhnya masyarakat bergoyang Pantura masih tetep berlanjut sampe sore. Pas udah surut, buat yang kebanjiran, selamat berkosek-kosek ria!

Sepeda pun kecelup gitu aja.
Udah kaya Samudra Pasific aja ya:'(
Dampak samping Kendal Floods Festival masih terasa sampe sekarang. Kalo aku berangkat sekolah, rasanya kayak naik bis di pegunungan yang jalanya masih dari batu dan garata. Terus, sebagai bagian dari Kendal Floods Festival, Dinas Pekerjaan Umum Kendal sama TNI-AD melakukan penambalan Pantura bersama. Mulainya penambalannya minggu ini dan mungkin selesai akhir Februari. Bapak-bapak, yang semangat yoy!\m/

Tapi, seribu sayang, Kendal Floods Festival 2014 kali ini memakan korban. Emang sih, kalo kata orang tua itu:
Banjir Kendal ki asat nak wis ono tumbale
Atau dalam bahasa Indonesia, Banjir Kendal itu surut setelah adanya korban. Tapi sedih juga, kalo festival buat seru-seruan justru makan korban. Turut berduka cita ya. Kabarnya, ada 4 korban. 1 di Kali Bodhri, 1 di Kali Kendal, 1 di galian desa, 1 di Kolam taman RSS. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran:')

Sampai jumpa di Kendal Floods Festival 2015, Bloggers~~~
*nb: kisah diatas mendapat majas pendramatisiran oleh penulis.

Notes:
Bloggers, sebenernya ini Banjir di Kendal termasuk bencana. Tapi menurut kalian masuk event bisa gak? hehe. Soalnya di Kendal miskin event. Kebetulan adanya event baru minggu depan yaitu Kendal Campus Fair. Untuk minggu ini nggak ada. Adanya peringatan maulid nabi di sekolah._. Yaudah deh, munculah event Kendal Floods Festival 2014. Heheh. Maaf kalo terkesan seenaknya sendiri.. Tapi walaupun itu event atau bukan, menurutku itu acara yang unforgottable banget soalnya ngasih petualangan 'josh' sama air banjir. Salam Bloggers!

Ohiya, info aja, besok minggu, 23 Minggu 2014, mau ada Kendal Campus Fair di GOR Bahurekso Kendal. Nanti InsyAllah aku kasih liputan event-nya lagi=) Jaya Kendal Beribadat!

3 komentar:

  1. gak tau ini event apa bukan, tapi di Indonesia emang lagi banyak bencana ya, jadi sedih deh :( mungkin peringatan dari Tuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... kak Iva saja bengong aku juga sebagai warga kendal...
      Iya Kendal memang gak banyak Event. paling banyak pertunjukan dangdut hehe XD

      Maklum masih tergolong desa XD

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.