Taman Margasatwa Semarang
Taman Margasatwa Semarang atau lebih dikenal dengan Bonbin (Kebun Binatang) Mangkang adalah sebuah jawaban atas rumitnya pencarian terhadap sebuah wisata alam nan asri di tengah kota politan Semarang pada 2007. Taman Margasatwa Semarang terletak digerbang pantura barat Kota Semarang, Jl. Urip Sumoharjo No.1 (Pantura Kendal-Semarang KM 17) atau tepatnya di depan Terminal Mangkang.
Sejarah Kebun Binatang di Semarang
Kebun Binatang pertama di Semarang adalah Kebun Binatang Tegalwareng yang berlokasi di Jl. Sriwijaya No. 29 Semarang. Berdiri tahun 1954 dengan luas lebih kurang 20 Ha. Lokasi ini masih terhitung cukup dekat dengan pusat kota (simpang lima). Kawasan ini tidak benar-benar menjadi Kebun binatang, karena kalo malam, sebagian kawasan ini menjadi Taman Hiburan Rakyat (THR). Lalu muncul masalah-masalah terhadap keberadaan Bonbin di wilayah ini:
-Banyak hewan yang terganggu, stres, hingga mati akibat adanya THR
-Lahan bonbin terasa semakin sempit
-Limbah kotoran hewan dianggap polusi bagi masyarakat sekitar
Lalu hal ini yang mencetuskan mengenai relokasi Kebun Binatang Tegalwareng Semarang pada tahun 1985.
*Sadarkah kalian, setelah Kebun binatang Tegalwareng derelokasi, kawasan bekas kebun binatang ini masih ada dan digunakan sebagai Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dan Wonderia Park. Memang hawa rindang kebun binatang masih sangat terasa ketika kalian masuk ke TBRS bagian belakang yang dipenuhi pohon.
Relokasi/pemindahan Bonbin Tegalwareng dilakukan ketempat yang tidak berada di lingkungan pemukiman. Relokasi dilakukan ke 2 tempat. Yaitu ke Kecamatan Ngaliyan dan Desa Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Hewan besar seperti Rusa, Gajah, dan Harimau dipindahkan ke Desa Sukorejo yang sebelumnya adalah Hutan yang luasnya 57,5 Ha. Sedangkan Hewan kecil dipindahkan ke Kawasan di Kec. Ngaliyan. Kawasan di Ngaliyan berubah nama menjadi Taman Lele. Sedangkan yang di Gunungpati berubah menjadi Taman Margaraya (Margasatwa dan Kebun raya) Tinjomoyo. Setelah relokasi itu, Kebun Binatang Semarang lebih dikenal dengan Bonbin Tinjomoyo. Sedangkan Taman Lele menjadi Kampung Wisata. Di kawasan yang nauzubilah jaunya minta ampun dari kota ini, membuat akses kesana sangat rumit. Karena tidak ada angkutan umum, bila tak naik kendaraan pribadi, harus jalan 3km ke Gerbang Masuk Tinjomoyo. Tanah labil juga menjadi masalah karena merusak fasilitas dan bangunan. Serta jembatan menuju area yang sering tergerus sungai dan sudah 3 kali ambrol. Masalah-masalah ini yang membuat pemerintah kota semarang membangun sebuah kawasan seluas lebih kurang 10 Ha di tepi Pantura Mangkang yang menjawab masalah Kebun Binatang di Semarang sejak pertama. Lalu hal ini memaksa adanya relokasi lagi terhadap hewan-hewan dari Bonbin Tinjomoyo ke Mangkang pada 28 Februari 2007.
Bonbin Baru di Mangkang
Aku ingat sekali tahun 2006 itu (aku kelas 3 sd), mendengar bahwa akan ada Bonbin di Mangkang. Ketika itu rumahku di Kaliwungu yang notabene jaraknya dg Mangkang tidak sampai 4km hampir setiap sore melihat areal yang kini menjadi bonbin. Pembangunan Bonbin Mangkang serta relokasi dari Tinjomoyo Dulu hanya ada danau dan kubah raksasa kosong. Lalu perlahan mulai ada pagar-pagar penyekat dan kotak-kota kerangkeng. Aku saat itu sangat senang akan ada Bonbin di dekat rumahku. Wkwkwk. Tambah lama, mulai ada rusa dan burung kasuari. Tapi, untuk masuk masih gratis saat itu. Barulah setelah ditambah gajah dan harimau, mulai mengenakan tiket. Seingatku, harga pertama tiket masuk hanya Rp. 1.500.- Lalu sekarang, kubah itu sudah dipenuhi burung. Pagar-pagar penyekat itu tak hampa seperti dulu. Rumah berkaca lebar itu sudah dihuni harimau dan singa. Serta danau itu sudah dipenuhi burug bangau dan becak air. Gerbang Megah mulai dibangun. Mulai ada rumah ular, flying fox, serta wahana anak permanen. Dan yang terbaru adalah Water Boom dan miniatur pesawat. Dibandingkan Bonbin Tegalwareng dan Tinjomoyo, tentu Bonbin Mangkang menjawab segalanya, walaupun luasnya relatif lebih sempit. Masalah lokasi yang dibagi dengan Taman Hiburan Rakyat dan menyebabkan hewan stres? Teratasi. Masalah Jauhnya jangkauan lokasi? Teratasi. Masalah Jembatan ambrol? Teratasi. Masalah limbah bagi penduduk? Teratasi. Alhamdulillah ya, terimakasih Ya Allah. Ya, semoga, walaupun perlahan Bonbin ini menjadi Bonbin yang mahsyur di seluruh Dunia. Amin:) Ini beberapa foto waktu aku berkunjung ke Bonbin Mangkang:
| Ngasih makan Rusa Timor |
| Kandang buaya. Baru sekali liat buayanya nongol. |
| Harimau Sumatra. Rawwr. |
| Burung Elang Jawa yang mulai langka. |
| Gajah Sumatra/ |
Leave a Comment