Di Balik Gelapnya Gerhana #WonderfulEclipse
9 Maret lalu, terangnya sinar
matahari tertutup oleh bulan dan menggelapkan sebagian bumi di bawahnya,
termasuk Indonesia. Sejumlah penduduk di beberapa Provinsi di Indonesia menjadi
saksi gelapnya gerhana matahari total 100% karena wilayahnya dilalui Umbra Gerhana,
yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung,
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur,
Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara. Sementara wilayah lainnya dapat
menyaksikan gerhana parsial yang bervariasi antara 90%-70% karena masih
dilintasi penumbra.
| Pergerakan Umbra dan Penumbra. (soruce: Wikipedia) |
Umbra adalah titik bayangan bulan
yang menutupi matahari dimana wilayah letak umbra jatuh di atas bumi mengalami
gerhana matahari total. Sementara penumbra adalah bayangan samar yang
diakibatkan oleh bulan yang sebagian cahaya matahari, sehingga wilayah letak
penumbra jatuh di atas permukaan bumi mengalami gerhana matahari parsial atau
sebagian yang bervariasi antara 1%-99%, semakin mendekati 100%, bagian matahari
yang tertutup bulan semakin besar.
Bukan rahasia umum lagi apabila
sebelum ilmu dan pengetahuan, kearifan budaya lokal masyarakat telah lebih dulu
menciptakan logika-logika atas segala fenomena yang terjadi di alam, atau lebih
kita kenal sebagai Mitos. Termasuk Gerhana Matahari, yang menurut masyarakat
jawa Bathara Kala-lah, raksasa jahat yang melahap matahari sehingga bumi
menjadi gelap mencekam. Maka masyarakat berbondong bondong memukul lesung agar
Bathara Kala kembali memuntahkan kembali matahari tersebut.
Namun sekarang, bukan usaha untuk
menghapuskan mitos dan legenda, tetapi lebih mengenalkan dan mengawamkan
masyarakat dengan sains, bahwa semua fenomena di alam dapat dijelaskan secara
rasional, termasuk gerhana matahari.
Umbra gerhana matahari 9 maret
lalu mulai terbentuk di wilayah pantai barat Pulau Sumatera dan terus bergerak
seiring dengan pergerakan bulan sampai ke Samudera Pasifik. Ada 11 wilayah di
Indonesia yang benar-benar dilalui umbra gerhana sehingga bisa menyaksikan
gerhana matahari total secara langsung. 12 wilayah tersebut adalah Palembang, Bangka,
Tanjung Pandan (Belitung), Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk,
Ternate, Tidore, Halmahera.
![]() |
| Wilayah di Indonesia yang dilalui umbra gerhana. (source: Wikipedia) |
Kementerian Pariwisata RI memanfaatkan
kejadian yang hanya akan terulang lagi di tempat yang sama pada 350 tahun yang
akan datang ini sebagai ajang wisata edukasi ataupun promosi untuk masyarakat
indonesia maupun wisatawan asing melalui Wisata
Gerhana Matahari Total (GMT) Indonesia yang digelar di kota-kota yang
menjadi wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Matahri Total secara langsung.
Tidak hanya kalangan masyarakat
dan wisatawan pada umumnya, fenomena ini juga menjadi objek penelitian dan
kajian bagi peneliti dari seluruh penjuru dunia, dimana Gerhana Matahari akan
berpengaruh terhadap tingkah laku makhluk hidup untuk sementara dan sangat
menarik hal ini apabila dikaitkan dengan ekosistem hutan hujan yang mendominasi
wilayah di indonesia. Selain itu astronom dan ahli ilmu luang angkasa
menjadikan momen ini sebagai objek pengamatan yang luar biasa dengan
memanfaatkan kota-kota di Indonesia sebagai destinasi lokasi pengamatan.
Alhasil, berbagai landmark-landmark terkenal di 11 wilayah
di Indonesia tersebut dipadati ribuan bahkan ratusan ribu orang pada 9 Maret
lalu. Seperti Jembatan Ampera di Kota Palembang, Pulau Lengkuas di Belitung,
Bukit Tangkiling di Palangkaraya, Pantai Manggar di Balikpapan, Pantai Telise
di Palu, Pantai Falajawa di Ternate dan tempat-tempat lainnya.
Selain acara menyaksikan bersama (Nobar)
Gerhana Matahari Total di tempat-tempat yang sudah disediakan dan dipersiapkan
secara khusus di masing-masing wilayah tersebut, ternyata setiap daerah
menggelar berbagai event lain untuk semakin menyemarakkan event Wisata Gerhana
Matahari Total ini secaa terintegrasi dan dipromosikan secara serentak sebagai
bagian dari Wisata Gerhana Matahari Total oleh Kementerian Pariwisata RI dalam
video Gerhana Matahari Total Indonesia
2016 - Pesona Indonesia yang diunggah melalui akun resmi Wisata Indonesia
di youtube.
Kota Palembang bahkan menyelenggarakkan
sebuah event Festival Lomba Fotografi Internasional, Glowing Night Run serta Pertunjukkan Barongsai di Jalan sepanjang
30 meter. Sementara di Belitung saja diadakan 2 event lari yaitu Belitung Ultra Beach Run dan Belitung Lantern Run.
Sedangkan Kota Palangkaraya,
selain memanfaatkan event ini dengan menggelar Pagelaran Seni Palangkaraya, Dinas
Pariwisata Kota Palangkaraya juga mengadakan paket wisata khusus selama 6 hari
5 malam untuk lebih mengenal budaya dan lingkungan dengan berkeliling
Palangkaraya. Di Kota Balikpapan, digelar sebuah Lomba Perahu Naga bagi
profesional maupun pelajar di Pantai Manggar yang juga menjadi bagian dari
peringatan HUT ke-119 Kota Balikpapan.
Kota Palu merupakan salah satu
kota yang mempersiapkan dengan baik untuk menyambut Gerhana Matahari Total ini.
Berbagai event digelar seperti Palu
Culinary Festival, Palu World Music
and Dance Festival, Palu 10K,
Kapopo Festival, serta berbagai event perlombaan seperti Fotografi, Perahu
Layar dan Pacuan Kuda. Festival Teluk Lalong juga di gelar di Luwuk, Sulawesi
Tengah, yang dihadiri wisatawan-wisatawan asing dari Jepang, Perancis,
dan Australia. Luwuk juga meluncurkan branding The LOOK of 100% Solar Eclipse dimana dua O pada kata LOOK
digambarkan sebagai matahari dan bulan.
Kota Poso juga tidak mau kalah
dengan menggelar Festival Kawaninya yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah
Poso dengan institut Mosintuwu Tentena dan Observatory Boscha Institut
Teknologi Bandung. Dalam festival yang dipusatkan di Desa Kalora ini,
masyarakat melakukan Tradisi Parengko, sesuai dengan kepercayaan nenek moyang
mereka yang bertujuan untuk mengusir raksasa yang hendak memakan matahari.
Event lari lagi-lagi digelar di
Ternate yaitu Run 10Km Total Eclipse.
Selain itu, Festival Lagu Gam yang melibatkan keluarga Sultan Ternate juga
digelar begitu meriah. Bahkan 9 titik disiapkan oleh pemerintah untuk menjadi
lokasi pengamatan gerhana bagi masyarakat dan ilmuan yang datang dari Amerika
Serikat, China dan Jepang.
Sangat luar biasa bukan?
Ternyata pada 8-10 Maret lalu
juga, Kementrian Maritim & Sumber Daya RI menyelenggarakan Eskpedisi GMT
2016 menggunakan Kapal Motor Kelud milik PT. Pelni dengan rute
Jakarta-Belitung-Jakarta yang diikuti 1100 peserta termasuk 600 pelajar SMA
terbaik se-Jabodetabek.
Sebenarnya tidak hanya di
kota-kota yang dilalui oleh umbra matahari, bisa dibilang seluruh wilayah di
Indonesia juga mendukung kegiatan Wisata Gerhana Matahari ini, misalnya ribuan
warga jakarta yang tumpah ruang di Monas, juga masyarakat Yogyakarta dan turis
asing yang memadati perempatan Tugu Yogyakarta.
![]() |
| Nobar GMT di Tugu Yogya. (source: overloops.com) |
Itu Artinya Indonesia benar-benar
tidak main-main dalam menyambut gelapnya Gerhana Matahari Total dengan memancarkan
kilau-kilau yang dimiliki setiap wilayah di Indonesia. Kilau apa? Semuanya!
Kilau dari setiap elemen wisata yang dimiliki Indonesia, yang membuat kita
layak berkata..
Wonderful Indonesia





Leave a Comment