Terlalu Pagi

Hari ini, 17 Februari, kembali lagi saya menginjakkan kaki di tanah kampung halaman. Momentum yang seharusnya mengalun bahagia ini begitu menyendukan, menegangkan, mencekam dan penuh ketidak-tenangan. Bayangkan, di malam sebelumnya saya hampir-hampir tidak tidur untuk mengerjakan tugas yang tidak ingin saya luputkan dari taraf kesempurnaan karena itu adalah sebuah tugas perbaikan, sehingga imajinasi kepulangan akan berjalan bahagia tak terhindarkan. Namun dengan begitu mudahnya Tuhan membolak-balikkan hati, serta keadaan. Ialah sebaik-baiknya zat yang dengan bijaksana memberikan perlakuan pada manusia. Maka inilah yang saya butuhkan, sebuah peringatan. Sebuah gencatan. Bahwa hidup bukan semata-semata soal duniawi yang seakan-akan tak berujung. Hanya satu yang dapat dipastikan tidak berujung dan itu adalah kepulangan kita ke kehidupan setelah mati, kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang telah tuhan siapkan.

Stasiun Weleri, 17 Februari 2018 03.10 dini hari.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.