Sekian Lama
Ia adalah yang tak kubayangkan menjalani hari tanpanya. Walau ia sering tertidur begitu saja, memandani wajahnya saat ia tak sadar adalah kenikmatan tak ada lawan.
Seperti malam ini, ia ikut sebuah kelas daring, dan tertidur begitu saja meninggalkan kelasnya. Aku tak masalah, asal ia tak meninggalkanku. Tangan dengan kuku-kuku yang bantet itu akan terus kugenggam rasanya. Walau Ia adalah milik-Nya, dan aku tak berhak mengatur nasibnya, tapi memastikannya bahagia adalah yang setiap hari ingin selalu kuupayakan.
Paling tidak, aku juga milik-Nya. Dan aku percaya Ia tahu yang terbaik untukku. Dan aku percaya itu adalah kamu, dan satu orang lagi dalam perutmu.
Leave a Comment