Hal-hal yang kini terlihat aneh padahal dahulu adalah makanan sehari-hari
Perasaan sendiri.
Membayangkan kematian saja, yang terlintas pertama kali adalah kesendirian. Yang akan kita hadapi setelah kematian adalah apa-apa yang kita sendiri lakukan, dan kita harus mempertanggungjawabkan semuanya sendiri.
Sejak saya tahu saya di dunia ini tidak sendiri, yang saya rasakan justru perasaan sendiri. Semua orang berhak dan layak sibuk dengan dirinya masing-masing. Dan saya harus terima soal ini. Saya ngga berhak atas hidup mereka. Dan saya juga harus menghadapi hidup saya sendiri, sendirian. Mungkin ini yang membuat saya nyaman-nyaman saya jika harus ditinggal, tidak diajak, atau mengalami hal-hal lain yang dekat dengan terciptanya perasaan sendiri. Karena ya memang, nggak papa nggak sih?
Semakin dewasa, perasaan ini yang mungkin membuat saya merasa apa-apa ya cukup diri sendiri aja yang tahu. Bahkan keluarga, secukupnya aja nggak sih yang kita bicarakan?
Tapi sekarang kenapa berbeda ya. Kenapa seperti ada bagian dari tubuh yang sakit jika nyatanya memang harus menghadapi perasaan sendiri?
Leave a Comment